BMKG Sebut Hujan Jakarta Masih Peralihan, Bukan Modifikasi Cuaca
BMKG menyatakan hujan Jakarta masih fase peralihan, bukan hasil modifikasi cuaca. Awal musim hujan diprakirakan berbeda di selatan dan utara DKI Jakarta.
JAKARTA, SUARKABAR.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan hujan yang belakangan turun di Jakarta masih bagian dari peralihan musim kemarau ke musim hujan, bukan hasil operasi modifikasi cuaca (OMC). Pelaksana Tugas Kepala Pusat Komunikasi dan Layanan Informasi BMKG Mega Sirait menyampaikan penjelasan itu pada Minggu (1/11/2026).
Menurut Mega, hujan yang terjadi saat ini belum menunjukkan bahwa musim hujan telah dimulai. Penjelasan mengenai kondisi peralihan tersebut mencakup Jakarta dan wilayah sekitarnya di Jabodetabek.
BMKG menggunakan ukuran curah hujan dan keberlanjutannya untuk menentukan awal musim hujan, bukan hanya adanya hujan yang turun dalam beberapa waktu terakhir. Mega menjelaskan, kriterianya ialah curah hujan minimal 50 milimeter dalam satu dasarian atau periode 10 hari, kemudian diikuti dua dasarian berikutnya.
Menurut Mega, kriteria itu digunakan untuk memastikan hujan berlangsung konsisten dari segi jumlah dan frekuensi. Selama kriteria tersebut belum terpenuhi, hujan yang berlangsung saat ini masih termasuk fase peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.
Direktur Perubahan Iklim BMKG A. Fachri Radjab sebelumnya juga menjelaskan bahwa Jakarta masih berada pada masa peralihan dalam pernyataannya pada Jumat (30/10/2026). Fachri memaparkan kriteria curah hujan per dasarian yang menjadi dasar penetapan awal musim hujan tersebut.
Untuk DKI Jakarta, BMKG memprakirakan awal musim hujan tidak berlangsung serentak di wilayah selatan dan utara. Wilayah selatan diprakirakan lebih dahulu memasuki musim hujan pada pertengahan November 2026, sedangkan wilayah utara menyusul pada akhir Desember 2026.
BMKG memprakirakan puncak musim hujan DKI Jakarta terjadi pada Februari 2027 berdasarkan kajian historis.
Mega menyebut hujan berintensitas ringan hingga sedang yang berpotensi terjadi di Jakarta dan sekitarnya dapat disertai petir serta angin kencang yang bersifat lokal. BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan mewaspadai angin kencang, petir, serta peningkatan curah hujan dan memantau informasi melalui kanal resmi BMKG.
Baca juga: BMKG Prakirakan Hujan Sore dan Malam di Jakarta pada 31 Oktober | BNPB Ingatkan Risiko Rob Jakarta hingga 1 November, NTB hingga 2 November
Sumber
-
BMKG: Hujan di Jabodetabek Bukan karena Modifikasi Cuaca news.detik.com