Minggu, 1 November 2026

Nasional

Tim Gabungan Sisir Titik Panas Kebakaran TPA Degayu Pekalongan

Tim gabungan menyisir titik panas di TPA Degayu, Pekalongan, hingga Minggu (1/11/2026) sore. Tujuh armada dikerahkan untuk menuntaskan pemadaman api.

Bagikan WhatsApp X Facebook Telegram

Jadikan Suar Kabar Indonesia sumber pilihan di Google

Ilustrasi AI untuk berita "Tim Gabungan Sisir Titik Panas Kebakaran TPA Degayu Pekalongan"
Ilustrasi dibuat dengan AI: gambaran suasana berita "Tim Gabungan Sisir Titik Panas Kebakaran TPA Degayu Pekalongan" Ilustrasi AI – Redaksi Suar Kabar Indonesia

PEKALONGAN, SUARKABAR.ID – Tim gabungan masih menyisir titik panas di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Degayu, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, hingga Minggu (1/11/2026) sore setelah kebakaran siang hari belum tuntas dipadamkan. Camat Pekalongan Utara, M. Ainur Rofiq, mengatakan sebagian api sudah padam, tetapi panas di bawah tumpukan sampah membuat api berpotensi menyala kembali.

Kebakaran melanda tumpukan sampah di sisi selatan dan timur TPA Degayu. Petugas gabungan dikerahkan untuk mencegah api meluas ke permukiman warga di sekitar lokasi.

Tujuh armada pemadam kebakaran dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Petugas yang terlibat mencakup unsur pemadam kebakaran, TNI, Polri, dan relawan. Rofiq mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga terlibat dalam upaya menuntaskan pemadaman bersama petugas pemadam kebakaran, kepolisian, dan relawan.

Menurut Rofiq, ketebalan tumpukan sampah menjadi kendala bagi petugas karena alat pemadam sulit menjangkau titik api. Ia menjelaskan, permukaan sampah bisa terlihat padam, sementara bagian bawahnya masih menyimpan panas yang berpotensi memicu api kembali.

Penyisiran dilakukan untuk menemukan bagian tumpukan sampah yang masih menyimpan panas. Upaya petugas tidak berhenti pada pemadaman api yang tampak di permukaan.

Asap pekat terlihat membubung dari lokasi kebakaran dalam dokumentasi foto udara pada hari yang sama. Asap juga menyelimuti sebagian kawasan di sekitar TPA.

Rofiq mengatakan sumber api belum bisa dipastikan. Ia akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menelusuri sumber api tersebut.

Sumber

Berita terkait Nasional lainnya