Aktivitas Anak Krakatau Berlanjut hingga Dini Hari, Radius 5 Km Dilarang
Aktivitas Anak Krakatau berlanjut hingga dini hari 1 November 2026. Status tetap Siaga, warga diminta menjauhi radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
LAMPUNG SELATAN, SUARKABAR.ID – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda berlanjut dari Sabtu malam (31/10/2026) hingga Minggu dini hari (1/11/2026), dengan tremor menerus yang melampaui skala alat pemantauan pada periode pukul 00.00 sampai 06.00 WIB. Status gunung tetap Level III atau Siaga, dengan larangan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak memasuki zona tersebut. Larangan juga berlaku dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.
PVMBG mengingatkan potensi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan aliran lava. Lembaga itu juga memperingatkan potensi erupsi sekunder akibat pertemuan lava panas dengan air laut atau air hujan dalam radius 5 kilometer.
Untuk warga pesisir Banten dan Lampung, PVMBG menyatakan aktivitas sehari-hari dapat berjalan seperti biasa. Warga diminta tetap tenang, tidak mempercayai isu bahwa erupsi akan menyebabkan tsunami, serta mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Hargo Pancuran, Lampung Selatan, Suwarno, menyampaikan pada Minggu (1/11/2026) bahwa pos pengamatan mencatat 15 erupsi pada malam sebelumnya. Catatan itu mencakup waktu pukul 18.30 sampai 23.23 WIB, atau hampir lima jam.
Menurut Suwarno, visual letusan tidak teramati, tetapi aktivitas kegempaan terekam oleh alat pemantauan. Catatan 15 erupsi tersebut berakhir pada Sabtu malam, sedangkan laporan pengamatan dini hari menggunakan periode tersendiri, yakni Minggu pukul 00.00 sampai 06.00 WIB.
Badan Geologi mencatat erupsi pada Sabtu sekitar pukul 18.30 WIB dengan tinggi kolom abu tidak teramati. Dalam laporan pukul 21.38 WIB, lembaga itu mencantumkan tujuh erupsi, dengan kejadian terakhir yang tercatat saat itu pada pukul 20.50 WIB.
Jumlah dalam laporan tersebut belum mencakup seluruh kejadian sepanjang malam karena erupsi masih berlangsung ketika laporan dibuat. Catatan Pos Pengamatan kemudian memuat kejadian hingga pukul 23.23 WIB.
Catatan Pos Pengamatan menunjukkan sejumlah erupsi berlangsung dalam selang waktu pendek. Pada pukul 19.59 WIB, misalnya, amplitudo maksimum tercatat 51 milimeter dengan durasi 70 detik, disusul kejadian pukul 20.02 WIB beramplitudo 55 milimeter selama 117 detik. Erupsi pukul 20.24 WIB tercatat beramplitudo maksimum 54 milimeter dan berlangsung 271 detik.
Pada periode pengamatan Minggu pukul 00.00 sampai 06.00 WIB, Pos Pengamatan mencatat satu gempa letusan dengan amplitudo 56 milimeter dan durasi 5.468 detik. Dalam periode yang sama, tercatat satu tremor harmonik beramplitudo 57 milimeter selama 3.989 detik, tiga gempa frekuensi rendah, serta satu gempa hybrid.
Tremor menerus pada periode tersebut tercatat melampaui skala alat atau overscale. Pengamatan visual menunjukkan asap kawah berwarna putih hingga kelabu, berintensitas sedang sampai tebal, dengan ketinggian 50 sampai 200 meter di atas puncak.
Informasi resmi aktivitas gunung dapat diperoleh melalui PVMBG Badan Geologi di nomor (022) 7272606. Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau juga dapat dihubungi melalui (0254) 651449 atau 085846324506.
Sumber
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi 15 Kali dalam Semalam, Status Siaga lampung.idntimes.com