Minggu, 1 November 2026

Nasional

Rezaei Kaitkan Keanggotaan Iran di NPT dengan Kemungkinan Perang Baru

Rezaei menyebut keanggotaan Iran di NPT belum pasti jika perang kembali pecah. Ia menuntut AS mengakui hak Iran sebelum pembicaraan program nuklir.

Bagikan WhatsApp X Facebook Telegram

Jadikan Suar Kabar Indonesia sumber pilihan di Google

Ilustrasi AI untuk berita "Rezaei Kaitkan Keanggotaan Iran di NPT dengan Kemungkinan Perang Baru"
Ilustrasi dibuat dengan AI: gambaran suasana berita "Rezaei Kaitkan Keanggotaan Iran di NPT dengan Kemungkinan Perang Baru" Ilustrasi AI – Redaksi Suar Kabar Indonesia

TEHERAN, SUARKABAR.ID – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei menyatakan belum dapat memastikan apakah negaranya akan tetap menjadi pihak Traktat Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) jika perang kembali pecah. Dalam pernyataan di televisi pemerintah Iran pada Sabtu (31/10/2026), Rezaei mengatakan Teheran belum menentukan sikap mengenai keanggotaannya apabila kembali menghadapi perang.

Pernyataan tersebut merupakan peringatan bersyarat, bukan pengumuman keputusan Iran untuk menarik diri dari NPT. Rezaei menghubungkan ketidakpastian keanggotaan itu dengan kemungkinan perang kembali pecah, tetapi tidak menyatakan bahwa perang baru pasti akan diikuti penarikan diri.

Untuk pembicaraan program nuklir, Rezaei menuntut Amerika Serikat terlebih dahulu mengakui hak-hak Iran dalam NPT. Menurut pejabat keamanan itu, AS juga harus menjamin Iran dapat menjalankan seluruh hak yang dijamin traktat tersebut sebelum pembahasan program nuklir dimulai.

Dalam penjelasannya, Rezaei masih menempatkan Iran sebagai negara pihak NPT dan menyebut negaranya mempunyai 22 hak selama menjadi anggota. Rezaei tidak merinci 22 hak yang dimaksud dalam pernyataannya.

Menurut Rezaei, prioritas Iran dalam pembahasan nuklir adalah hak-hak negaranya, bukan penerimaan atas pembatasan. Pengakuan dan jaminan pelaksanaan hak itu merupakan prasyarat yang Rezaei nyatakan untuk perundingan dengan AS.

Pernyataannya mengenai kemungkinan perang berikutnya juga tidak disertai pengumuman tanggal penarikan diri.

Tanggapan pemerintah AS terhadap tuntutan pengakuan hak dan peringatan mengenai keanggotaan Iran dalam NPT tersebut belum diperoleh dari sumber yang tersedia.

Sumber

Berita terkait Nasional lainnya