Lumajang dan Banyuwangi Diprakirakan Hujan Ringan pada 1 November 2026
Lumajang dan Banyuwangi diprakirakan hujan ringan pada 1 November 2026. Imbauan umum kewaspadaan hujan lebat, petir, dan angin kencang tetap menyertai.
SURABAYA, SUARKABAR.ID – Lumajang dan Banyuwangi diprakirakan mengalami hujan ringan pada Minggu (1/11/2026), sedangkan 36 kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur diprakirakan berawan, berudara kabur, atau berkabut. Prakiraan cuaca harian tersebut tidak memuat rincian jam hujan untuk setiap wilayah.
Di Lumajang, suhu udara diprakirakan berada pada rentang 22 hingga 27 derajat Celsius dengan kelembapan 78 hingga 97 persen. Banyuwangi diprakirakan memiliki suhu 23 hingga 33 derajat Celsius dan kelembapan 73 hingga 98 persen. Kategori hujan yang tercantum untuk kedua kabupaten tersebut adalah hujan ringan.
Prakiraan harian itu juga disertai imbauan agar warga tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang, terutama siang hingga malam hari; imbauan ini bersifat umum, tanpa penentuan wilayah atau jam berlaku yang rinci, dan bukan peringatan dini resmi.
Cakupan prakiraan tersebut adalah Minggu, 1 November 2026, tanpa menetapkan waktu tertentu sebagai awal atau akhir hujan di Lumajang maupun Banyuwangi. Bagi warga yang merencanakan kegiatan luar ruang di kedua kabupaten itu, kategori hujan ringan tersebut bukan kepastian hujan pada jam tertentu.
Wilayah dengan prakiraan berawan mencakup Bondowoso, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Madiun, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik. Kondisi serupa diprakirakan terjadi di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, serta Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Madiun, dan Kota Surabaya.
Surabaya diprakirakan memiliki suhu 25 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan 45 hingga 88 persen. Kota Batu diprakirakan berkabut atau berasap dengan suhu 16 hingga 24 derajat Celsius, sementara Kabupaten Pasuruan juga masuk kategori kabut atau asap.
Prakiraan udara kabur mencakup Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Jember, Situbondo, dan Probolinggo. Kategori yang sama tercantum untuk Nganjuk, Magetan, Ngawi, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Malang, serta Kota Pasuruan. Dengan pembagian tersebut, prakiraan hujan ringan tidak berlaku merata di seluruh Jawa Timur pada hari Minggu.
Hujan dalam beberapa hari belum dapat langsung dipakai sebagai tanda dimulainya musim hujan, menurut Kepala BMKG Kelas I Juanda Taufiq Hermawan. Saat memberikan penjelasan di Surabaya pada Rabu (28/10/2026), Taufiq mengatakan hujan di sejumlah wilayah Jawa Timur selama dua hari sebelumnya belum menjadi penanda pasti pergantian musim.
Taufiq menjelaskan, penentuan awal musim hujan menggunakan kriteria hujan tertakar di atas 50 milimeter pada suatu zona musim, yang diikuti pada dasarian berikutnya. Penjelasan itu membedakan kejadian hujan beberapa hari dengan penetapan awal musim hujan untuk suatu wilayah.
Menurut prakiraan BMKG yang disampaikan Taufiq, sekitar 8,5 persen luas daratan Jawa Timur diprakirakan mulai memasuki musim hujan pada 20 hingga 30 November 2026. Sekitar 44,6 persen diprakirakan memasuki musim hujan pada Desember, terutama pada awal bulan, sementara wilayah lain menyusul pada dasarian kedua dan ketiga Desember.
Sumber
-
BMKG Juanda Ungkap Awal Musim Hujan di Jatim, November Baru 8,5 Persen Wilayah memorandum.disway.id