Sabtu, 31 Oktober 2026

Nasional

BPBD Sulteng Sebut Penanganan Karhutla 90 Persen, Rincian Belum Tersedia

BPBD Sulteng menyebut penanganan karhutla mencapai 90 persen. Sebagian besar dari 2.739,44 hektare lahan terbakar telah dipadamkan bersama tim gabungan.

Bagikan WhatsApp X Facebook Telegram
Ilustrasi rubrik Nasional

PALU, SUARKABAR.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah menyebut penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi itu mencapai 90 persen[1]. Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengatakan pada Jumat (30/10/2026) bahwa sebagian besar dari total 2.739,44 hektare lahan terbakar telah dipadamkan BPBD bersama tim gabungan[1].

Keterangan tertulis pendamping video tidak menjelaskan apakah angka penanganan 90 persen mengacu pada luas lahan yang dipadamkan, jumlah titik api, atau tahapan penanganan, sehingga angka itu tidak dapat diartikan bahwa seluruh kebakaran telah padam[1]. Keterangan itu juga tidak memuat rincian luas lahan yang sudah padam maupun luas yang masih memerlukan pemadaman[1]. Rincian wilayah dan periode penghitungan total 2.739,44 hektare lahan terbakar juga tidak dimuat dalam keterangan itu[1].

Sebelum pernyataan tersebut, kebakaran sempat mendekati permukiman dan kebun warga di perbatasan Desa Wuasa–Kaduwa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, pada Sabtu (24/10/2026)[2]. Api di lokasi itu sempat dipadamkan, tetapi menurut laporan warga, titik api muncul kembali sehingga pemantauan berlanjut[2].

Asbudianto menyebut personel BPBD sudah berada di lokasi sejak Kamis sebelumnya[2]. Menurut dia, penanganan juga mencakup antisipasi kemunculan titik api baru di kawasan kebakaran tersebut[2]. Ia menyatakan personel akan ditempatkan di bagian wilayah kebakaran yang sulit dijangkau mobil pemadam[2].

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memerintahkan BPBD provinsi mengerahkan personel dan peralatan untuk menangani kebakaran di kawasan Wuasa–Kaduwa[2]. Ia meminta keselamatan warga menjadi prioritas dalam penanganan kebakaran di lapangan[2].

Kejadian lain tercatat di Desa Lalanday, Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan, pada Selasa (27/10/2026)[3]. Kebakaran seluas 0,386 hektare di desa itu berhasil dipadamkan pukul 16.30 Wita[3].

Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sulawesi Tengah, kebakaran di Lalanday diduga berasal dari bara pembukaan lahan dengan cara membakar sehari sebelumnya[3]. Api yang sebelumnya sempat dinyatakan padam diduga menyala kembali[3]. BPBD melaporkan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam kejadian di Lalanday[3].

Asbudianto mengatakan tim bersama warga memadamkan api di Lalanday menggunakan satu unit mobil Kementerian Pekerjaan Umum, jeriken, serta alat seadanya, termasuk ranting pohon[3]. BPBD Kabupaten Banggai Kepulauan mendorong penambahan peralatan pemadam bergerak untuk mendukung penanganan kebakaran[3].

Sumber